Kabar Jakarta

Pembangunan prasarana atau konstruksi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta masih terus dikebut. Hingga 31 Maret 2017, pembangunan secara keseluruhan sudah mencapai 68,98 persen.

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono, mengatakan setelah beroperasi pada 1 Maret 2019, MRT akan menggunakan sistem Automatic Train Operation (ATO) atau kereta mampu beroperasi secara otomatis.

"Kita ada di tingkat kedua otomatisasi di dunia perkeretaapian, 50-50 otomatis tapi masih ada masinis," kata Agung di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3/4).

Perjalanan MRT nantinya akan dikendalikan dari Operational Control Centre (OCC) yang berada di Stasiun Lebak Bulus. Meskipun dikendalikan secara otomatis, kereta juga dilengkapi masinis yang bertugas membuka dan menutup pintu kereta.
"Operasi MRT seperti kecepatan dan yang lainnya akan dikendalikan otomatis lewat OCC yang berperan banyak, dan sisanya oleh masinis," ujarnya.
Tugas masinis juga masih dibilang penting, selain memastikan semua penumpang sudah masuk dan mengatur buka-tutupnya pintu, peran masinis cukup vital ketika ada kejadian emergency. Maka, MRT memastikan proses seleksi masinis akan dilakukan dengan sangat ketat.